LSM PAKIS Ingatkan Dinas Pendidikan Bangkalan: Penerimaan Siswa Baru Jangan Sampai Ada Anak yang Tidak Bisa Sekolah

BANGKALAN, Lsmpakis.com – Ketua Umum Lembaga Pusat Analisa dan Kajian Informasi Strategis (PAKIS), Abdurrahman Tohir, mengingatkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan agar pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan profesional dan adil. Ia menegaskan, jangan sampai ada satu pun calon siswa yang tidak bisa mengenyam pendidikan hanya karena kelemahan atau ketidaksempurnaan sistem yang diterapkan.

“Kami mengingatkan, jangan sampai ada anak yang gagal sekolah hanya karena sistem yang dibuat belum sempurna. Semua anak di Bangkalan harus mendapatkan tempat belajar yang layak,” ujar Abdurrahman Tohir, Minggu (21/6/2026).

Menurutnya, sistem penerimaan yang saat ini berjalan masih memiliki celah kelemahan dan berpotensi untuk dimanipulasi oleh oknum pengelola atau operator sistem. Hal ini dikhawatirkan bisa menimbulkan ketimpangan akses pendidikan bagi warga.

“Sistem ini masih terbuka kemungkinan untuk diatur-atur. Jika tidak diawasi ketat, bukan tidak mungkin anak yang berhak justru terpinggirkan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa hak atas pendidikan adalah amanat konstitusi negara. Berdasarkan Pasal 31 Ayat (1) UUD 1945, secara tegas dinyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan terjangkau tanpa diskriminasi.

“Konstitusi sudah menjamin hak ini. Tugas Dinas Pendidikan memastikan jaminan itu terwujud nyata, bukan hanya tertulis di kertas,” tambahnya.

Abdurrahman juga menyinggung masih adanya laporan di lapangan terkait kuota kelas yang penuh padahal kebutuhan siswa masih tinggi, serta kekhawatiran akan transparansi data dan mekanisme penempatan siswa. Ia berharap Dinas Pendidikan segera menyiapkan jalur alternatif dan solusi konkret jika ditemukan siswa yang belum tertampung.

“Kami mendukung upaya perbaikan sistem secara daring, namun pengawasan harus diperketat. Siapkan jalur pemenuhan kuota dan sekolah penampung agar tidak ada anak yang terlantar pendidikannya. Jangan biarkan masalah ini ikut menekan angka Indeks Pembangunan Manusia Bangkalan yang saat ini masih berada di posisi terbawah se-Jawa Timur,” pungkasnya.

Advertisement

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini