JAWABAN KEPALA SEKOLAH: ANAK TIDAK PERNAH TERIMA UANG NEGARA, NAMUN PAKIS TETAP TIDAK CUKUP DENGAN PENJELASAN LISAN

BANGKALAN, Lsmpakis.com – Polemik pencantuman nama anak Kepala Sekolah SMAN 1 Kwanyar dalam daftar tenaga sukwan akhirnya mendapat tanggapan resmi. Meski Kepala Sekolah mengklaim tidak ada sepeser pun anggaran negara yang diterima, Lembaga PAKIS menegaskan bahwa pengakuan sepihak belum cukup menjadi dasar kesimpulan.

TIGA PERTANYAAN, TIGA JAWABAN

Menanggapi tiga hal yang didesak PAKIS, Kepala SMAN 1 Kwanyar menyampaikan:

  • Belum ada pembayaran: Nama Etgar tidak pernah menerima honor, tunjangan, atau pembayaran apa pun dari anggaran negara.
  • Baru sebulan: Nama tersebut baru tercantum sekitar satu bulan lalu sudah dicabut.
  • Diklaim kelalaian: Bukan disengaja, karena awalnya dikira anaknya bersedia mengajar, ternyata tidak jadi.

“Tidak ada unsur kesengajaan, ini murni kelalaian saya,” ujar Kepala Sekolah.

PAKIS: KLAIM BELAH PIHAK HARUS DIBUKTIKAN DENGAN AUDIT

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PAKIS, Abdurrahman Tohir, menyambut baik namun tetap tidak cukup:

“Kita tidak bisa sekadar menerima pengakuan lisan. Kebenaran harus dibuktikan dengan data dan pemeriksaan resmi. Oleh karena itu, PAKIS akan mengundang Inspektorat Provinsi Jawa Timur untuk melakukan audit langsung.”

Abdurrahman Tohir menegaskan:

“Tujuannya agar fakta terbuka secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Selain itu, agar seluruh sekolah di Bangkalan belajar: administrasi kepegawaian tidak boleh dikelola dengan kelalaian seperti ini.”

KESIMPULAN PENTING

PAKIS menegaskan: meskipun belum terbukti ada kerugian negara, pencantuman nama kerabat tanpa dasar yang sah sekurang-kurangnya merupakan mal-administrasi yang tidak boleh dibiarkan. Ke depan, pengelolaan data wajib berjalan lebih cermat, teliti, dan transparan. (ART).

Advertisement

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini