HARI KESAKTIAN PANCASILA 1 OKTOBER 2026

Dari Lembaga PAKIS — Pusat Analisis Kajian Informasi Strategis

Pancasila bukan sekadar tulisan di atas kertas. Ia bukan pula sekadar ucapan yang diucapkan di hari peringatan saja. Pancasila adalah nadi kehidupan bangsa, tiang penyangga persatuan, dan benteng yang menjaga kita agar tidak terpecah-belah.

Pada 1 Oktober ini, kita mengenang momen ketika bangsa ini diuji — dan tegak berdiri. Tujuh Pahlawan Revolusi gugur, namun semangat yang mereka bela tidak padam. Dari sumur yang kelam, lahirlah tekad yang terang: bahwa keadilan, persatuan, kemanusiaan, dan kedaulatan tidak boleh dikhianati.

Kesaktian Pancasila tidak berarti ia kebal dari ujian. Justru sebaliknya — ia tetap “sakti” karena mampu hidup di tengah badai, mampu mengingatkan kita kembali ke jalan yang benar, setiap kali kita mulai melenceng.

Hari ini, kita tidak hanya mengenang masa lalu. Kita juga menengok ke dalam diri:

  • Apakah keadilan sudah kita tegakkan di lingkungan kita?
  • Apakah persatuan tetap kita jaga di tengah perbedaan?
  • Apakah pengabdian kita untuk rakyat, atau hanya untuk kepentingan sendiri?

Pancasila tidak menuntut dipuja — ia menuntut diamalkan.

Mari kita jadikan peringatan ini sebagai titik balik: agar setiap langkah pemerintahan, setiap kebijakan, dan setiap pengabdian senantiasa berpijak pada nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri bangsa. Bangkalan yang kita cintai, dan Indonesia yang kita perjuangkan, berhak tumbuh di bawah naungan Pancasila yang nyata — bukan sekadar nama, melainkan perbuatan.

Selamat Hari Kesaktian Pancasila.
Jaga, amalkan, dan wariskan. Karena masa depan bangsa ada di tangan kita.

Abdurrahman Tohir
Ketua Umum LSM PAKIS
Pusat Analisis Kajian Informasi Strategis
Bangkalan, 1 Oktober 2026

Advertisement

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini