BANGKALAN, 17 Oktober 2026 (Lsmpakis.com) — Semakin mendekati musim penghujan, kesiapsiagaan menjadi kunci utama. Di Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, prinsip “mencegah lebih baik daripada mengobati” diterjemahkan langsung melalui aksi nyata gotong royong warga membersihkan kawasan DAM Pettesan pada Sabtu (17/10/2026).
SINERGI BERSAMA: DARI PEMERINTAH HINGGA MASYARAKAT
Kegiatan ini berjalan berkat kolaborasi lintas unsur. Muspika Kecamatan Sepulu, MWC NU, JPKP, pemerintah desa, dan warga bahu-membahu turun langsung ke lokasi. Dukungan alat berat juga digunakan agar proses pembersihan berjalan lebih cepat dan menyeluruh.
Rumput liar, semak belukar, serta endapan lumpur dan material yang dapat menghambat aliran air dibersihkan secara menyeluruh. Tujuannya jelas: memastikan DAM dan saluran air siap menampung debit air yang meningkat saat hujan turun deras.
TIDAK MENUNGGU BANJIR BARU BERTINDAK
Camat Sepulu, Hosun, menegaskan bahwa langkah yang diambil ini adalah pencegahan, bukan penanganan darurat setelah bencana terjadi.
“Kami tidak menunggu sampai air meluap baru bergerak. Dengan menormalkan DAM Pettesan sejak dini, kami ingin memastikan aliran air tetap lancar. Semakin lancar alirannya, semakin kecil risiko warga terancam genangan maupun banjir,” ujar Hosun.
Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendirian. Peran aktif warga dalam menjaga kebersihan saluran air sama pentingnya dengan pekerjaan fisik yang dilakukan hari ini.

KEKUATAN GOTONG ROYONG MASIH TEGUH
Hosun menyampaikan apresiasinya atas semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh pihak yang terlibat.
“Inilah kekuatan kita. Ketika pemerintah, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan warga bergerak dalam satu tujuan, tidak ada persoalan lingkungan yang terlalu berat untuk diselesaikan bersama,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh warga untuk ikut menjaga keberhasilan kegiatan ini. “Jangan buang sampah ke sungai maupun selokan. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tugas pemerintah. Cegah banjir dimulai dari kebiasaan baik kita sehari-hari,” pesannya.
KE DEPAN: KEGIATAN BERKELANJUTAN DI TITIK RAWAN LAIN
Kedepan, pola ini akan terus dijalankan secara berkelanjutan. Titik-titik lain yang dinilai rawan genangan akan menjadi sasaran berikutnya.
“Prinsip kami tidak berubah: mencegah lebih baik daripada mengobati. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” pungkas Hosun.
Diharapkan, kesiapsiagaan yang dibangun hari ini membuat masyarakat Sepulu lebih tenang dan wilayah lebih tangguh menghadapi musim hujan. Lingkungan yang bersih dan terawat adalah awal dari keselamatan bersama.
Penulis: Anggry
Editor: ART
PAKIS — Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis


