PAKIS: DI TENGAH KEMISKINAN, MENGAPA BUNGKAM? JANGAN MENOLAK INVESTASI SEBELUM MEMBERIKAN SOLUSI

BANGKALAN, Lsmpakis.com — Di saat Kabupaten Bangkalan menempati posisi kedua dari bawah dalam angka kemiskinan se-Jawa Timur, Lembaga Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis (PAKIS) menyampaikan pernyataan kritis sekaligus seruan terbuka kepada para tokoh dan mereka yang mengaku ulama.

I. PERTANYAAN KERITIS DI TENGAH KEMISKINAN

Ketua Umum Lembaga PAKIS, Abdurrahman Tohir, mempertanyakan sikap para tokoh dan ulama di tengah kondisi rakyat yang semakin terpuruk:

“Ketika kemiskinan menimpa rakyat, menimpa umat Madura, dan bahkan Bangkalan sendiri — yang menempati angka kemiskinan nomor dua dari bawah se-Jawa Timur — mengapa para tokoh dan mereka yang mengaku ulama tidak bersuara? Mengapa tidak memberikan solusi kepada pemerintah maupun bagi umat dan rakyat? Justru tatkala teknologi berkembang pesat dan media sosial banyak dipenuhi konten negatif, di saat yang paling membutuhkan suara penyeimbang, justru suara itu tak terdengar. Namun tatkala ada peluang industri yang jelas-jelas dapat meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan rakyat maupun umat, ujug-ujug mengeluarkan suara penolakan — ada apa? Jika memang menolaknya, apa solusi yang ditawarkan bagi pemerintah dan masyarakat untuk keluar dari kemiskinan ini? Justru yang perlu diwaspadai pula adalah ungkapan: ‘kemiskinan itu mendekatkan pada kekufuran.'”

II. MASUKNYA INDUSTRI ADALAH SOLUSI TERBAIK SAAT INI

PAKIS menegaskan bahwa di tengah keterbatasan dan belum adanya solusi konkret dari berbagai pihak, masuknya industri dan investasi menjadi salah satu jalan keluar yang paling nyata bagi rakyat saat ini:

“Bagi rakyat, masuknya industri adalah solusi terbaik untuk saat ini. Tokoh dan ulama mestinya menjadi teladan, bukan penghalang. Untuk itu PAKIS menghimbau: selagi para tokoh dan ulama belum mampu memberikan solusi terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan umat, maka sebaiknya janganlah berburuk sangka terlebih dahulu, apalagi menolak mentah-mentah rencana masuknya industri dari Tiongkok tersebut.”

III. JADILAH TAULADAN, SIAPKAN UMAT DENGAN IMAN DAN ILMU

Lebih lanjut ditegaskan:

“Jadilah teladan yang baik, mendidik, dan kembalilah pada jati diri serta tupoksinya. Persiapkanlah umat dan rakyat untuk membentengi diri di tengah masuknya industri itu — bukan dengan penolakan, melainkan dengan ilmu, keterampilan, akhlak, dan takwa kepada Allah SWT.”

IV. SELAMAT DATANG DI BANGKALAN, KOTA DZIKIR DAN SHOLAWAT

“Kami bersama elemen masyarakat lainnya tetap bersyukur dan berterima kasih bila ada investor yang mau berinvestasi ke Madura, khususnya Bangkalan. Rakyat Bangkalan sudah lelah menjadi rakyat miskin, terbelakang, dan merendahnya Indeks Pembangunan Manusia kita. Sambutlah investasi ini dengan penuh harapan tentang masa depan dan kesejahteraan yang lebih baik — tanpa harus mengorbankan kultur dan kearifan lokal yang telah terjaga selama ini.”

“Kami PAKIS bersama elemen masyarakat menyambut dan mengucapkan SELAMAT DATANG para investor di Kota Dzikir dan Sholawat ini.”

Demikian pernyataan sikap yang disampaikan oleh Abdurrahman Tohir.

(ART)

Advertisement

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini